Ayahnya bernama
Joemeno Kartodikromo, seorang tentara KNIL Belanda, dan ibunya bernama Siti
Senen.Ia adalah anak dari seorang sersan
di Batalyon VIII. Salah satu kakaknya yang juga ikut menorehkan sejarah
kesuksesan beliau adalah Roekijem yang bersuamikan seorang Belanda yang bernama
Willem van Eldik.
Ketika WR Soepratman berumur 11
tahun, ia ikut kakaknya Roekitjem yang berdomisili di Makassar. WR Soepratman
kemudian disekolahkan oleh kakak iparnya.
Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool diMakassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun,
lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua
tahun selanjutnya ia mendapatijazah Klein Ambtenaar.
Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah
perusahaan dagang. Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di
harian Kaoem Moeda dan Kaoem
Kita.Pekerjaan
itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia
mulai tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh
pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan
akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa.Buku itu disita dan
dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.
Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan
pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di
mes militer.Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman
juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.
W.R. Soepratman tidak beristri, serta tidak
pernah mengangkat anak.
Soepratman tertantang, lalu mulai menggubah
lagu. Pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya, pada waktu
itu ia berada di Bandung dan pada usia 21 tahun.
Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II.Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28
Oktober 1928,
Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta
umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan
dengan kondisi dan situasi pada waktu itu, lihatSugondo Djojopuspito). Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya
dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya.Dengan
cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional.Apabila partai-partai
politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan.Lagu
itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.
Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya
dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa.Tetapi, pencipta lagu itu,
Wage Roedolf Soepratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana
kemerdekaan.
Belanda begitu khawatir akan efek
persatuan yang ditimbulkan oleh lagu itu. Akhirnya Belanda selalu memburu WR
Soepratman yang telah menciptakan lagu tersebut.Karena selalu menghindar dari
kejaran polisi Belanda, W Soepratman akhirnya kelelahan dan jatuh sakit di
Surbaya. WR Soepratman juga menciptakan lagu “Matahari Terbit” pada tahun 1938,
ia kemudian menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu NIROM di jalan Embong
Malang yang akhirnya membuatnya benar-benar ditangkap oleh Belanda dan
dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya.
Kesehatannya yang menurun drastis
ditambah tekanan fisik serta psikis karena diburu oleh Belanda membuat WR
Soepratman akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia pada hari Rabo Wage,
tanggal 17 Agustus 1938.Beliau meninggal dunia tepatnya di Jl Mangga no 21
Surabaya dan dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran
Surabaya.
WR Soeprtman telah berjasa dalam
membuat lagu yang bisa menyatukan rakyat Indonesia dan memberikan kobaran
semangat demi terciptanya Indonesia Merdeka.Namun WR Sepratman sendiri tak
sempat menghirup udara kemerdekaan karena keburu meninggal.Beliau tidak pernah
menikah dan memiliki anak bahkan anak angkat sekalipun.Hidupnya diabdikan untuk
perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui lagu.
Sebelum meninggal, WR Soepratman
sempat menulis sebuah surat yang berisi seperti berikut :
“Nasipkoe soedah begini.Inilah yang di soekai oleh Pemerintah
Hindia Belanda.Biar saja meninggal, Indonesia pasti merdeka”.
Yang artinya : “Takdirku memang begini. Inilah yang diinginkan
pemerintah Hindia Belanda.Biarlah saya meninggal, Indonesia pasti merdeka”.
Selain Indonesia Raya dan Matahari Terbit, WR Soepratman juga
menciptakan lagu-lagu perjuangan lainnya. Berikut ini adalah lagu-lagu karya
beliau :
Kebangsaan Indonesia
Raya (1928),
Indonesia Ibuku (1928),
Bendera Kita Merah Putih (1929),
Raden Ajeng Kartini (1929),
Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930),
Di Timoer Matahari (1931),
Mars Parindra (1937),
Mars Soerya Wirawan (1937),
Matahari Terbit (1938),
dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.
Indonesia Ibuku (1928),
Bendera Kita Merah Putih (1929),
Raden Ajeng Kartini (1929),
Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930),
Di Timoer Matahari (1931),
Mars Parindra (1937),
Mars Soerya Wirawan (1937),
Matahari Terbit (1938),
dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.
WR Soepratman juga
mengarang buku-buku yang isinya mengajak untuk bersatu, seperti Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929).
Pada tanggal 26
Juni 1958 dikeluarkanlah Kepres No 44/1958 yang isinya menetapkan lagu
Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
|
Lagu
Dari susunan liriknya, merupakan soneta-atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf (atau dua kuatren) dan satu sekstet. Penggunaan bentuk ini dilihat sebagai “mendahului zaman” (avant garde), meskipun soneta sendiri sudah populer di Eropa semenjak era Renaisans. Rupanya penggunaan soneta tersebut mengilhami karena lima tahun setelah dia dikumandangkan, para seniman Angkatan Pujangga Baru mulai banyak menggunakan soneta sebagai bentuk ekspresi puitis.
Lirik
Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu
Walmiki ketika menulis epik Ramayana. Dengan kekuatan liriknya itulah
Indonesia Raya segera menjadi seloka sakti pemersatu bangsa, dan dengan
semakin dilarang oleh Belanda, semakin kuatlah ia menjadi penyemangat dan
perekat bangsa Indonesia.
Cornel
Simanjuntak dalam majalah Arena telah menulis bahwa ada tekanan kata dan
tekanan musik yang bertentangan dalam kata berseru dalam kalimat Marilah kita
berseru. Seharusnya kata ini diucapkan berseru (tekanan pada suku ru. Tetapi
karena tekanan melodinya, kata itu terpaksa dinyanyikan berseru (tekanan pada
se). Selain itu, rentang nada pada Indonesia Raya secara umum terlalu besar
untuk lagu yang ditujukan bagi banyak orang. Dibandingkan dengan lagu-lagu
kebangsaan lain yang umumnya berdurasi setengah menit bahkan ada yang hanya
19 detik, Indonesia Raya memang jauh lebih panjang.
Secara
musikal, lagu ini telah dimuliakan — justru — oleh orang Belanda (atau
Belgia) bernama Jos Cleber yang tutup usia tahun 1999. Setelah menerima
permintaan Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, Jos
Cleber pun menyusun aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah
juga menerima masukan dari Presiden Soekarno.
Indonesia
Raya menjadi lagu kebangsaan yang agung, namun gagah berani.
|


makasih atas infonya kakak heni kumala
BalasHapusTerimakasih atas infonya
BalasHapusMakasih infonya
BalasHapusThanks infonya
BalasHapusnice kak
BalasHapuskunjungi balik
mariananew48.blogspot.com
Only 1 post -_-
BalasHapuskudustech.blogspot.com berbagai info dunia IT ada disana ,
Makasih infonya
BalasHapusDitunggu kunjungan baliknya.
Devirahmawati04.blogspot.co.id
Mksh infonya
BalasHapusBgus kakk. Info yg saya cari ada di sini hihi
BalasHapusnambah IP , thx
BalasHapusThankks kak sangat bermanfaat
BalasHapusudah bagus, tapi perlu di edit lgi sedikit
BalasHapusBrmnfaat gan
BalasHapusbermanfaat sekali gan....
BalasHapustrimss hen
BalasHapuscoment to coment
makasih infonya kakak
BalasHapusMksih kak infonya
BalasHapusManfaat kawan
BalasHapusMksh infonya, bermanfaat
BalasHapusDitunggu kunjungi baliknya ulyaani.blogspot.com
bagus artikelnya kak,,komen balik chalidatunannisac.blogspot.co.id
BalasHapusbagus artikelnya komen balik juedfdfoigl.blogspot.co.id
BalasHapusBagus
BalasHapusNabila-berliana.blogspot.com
Keren kak
BalasHapusBagus, kunjungi juga mutyamutiara218.blogspot.co.id
BalasHapusmakasih buat artikelnya . bagus banget
BalasHapusMkasih infonya ya, bermanfaat
BalasHapusIya sama2 kkak
HapusTerimakasih atas info materinnya.,..
BalasHapusComen balikk di blognya zulia
keren infonya..
BalasHapussusanti1212.blogspot.com
Postingan biografinya lumayan memberikan info untuk pembaca,terimakasih
BalasHapussangat berguna sekali !
BalasHapus